Semangat kemerdekaan terasa hingga pedalaman Halmahera. Sekitar 200 masyarakat adat Togutil dan masyarakat lokal Desa Woda hadir di tepian Sungai Woda, Desa Woda, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan (17/8).
Sejumlah masyarakat Togutil bahkan telah keluar dari kawasan hutan tiga hari sebelum upacara karena harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki menuju lokasi.


Yang semakin istimewa, tiga pemuda Togutil, Edi, Dedi, dan Bohe, dipercaya menjadi petugas pengibar bendera Merah Putih. Mereka menjalankan tugas di hadapan masyarakat Togutil.
Pelaksanaan upacara di Sungai Woda tidak berdiri sendiri. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi BMH Maluku Utara bersama TNI, Polri, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Pemerintah Desa Woda, tokoh agama Desa Woda, sekolah SD di Woda, masyarakat lokal, masyarakat adat Togutil, serta para relawan.

Kepala Suku Togutil, Papa Sangaji, menyampaikan kebahagiaannya dapat mengikuti peringatan kemerdekaan bersama berbagai elemen masyarakat.
Melalui kegiatan ini LAZNAS BMH berharap seluruh pihak bisa terus menjaga persatuan dan memberikan perhatian kepada masyarakat pedalaman melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, kepedulian sosial, serta penguatan kemandirian masyarakat.





